Feeds:
Posts
Comments

Bekerja dengan mobilitas tinggi, seringkali anda harus menginap berhari-hari di suatu tempat. Jika di hotel tempat anda tinggal tidak tersedia layanan “WiFi”/Business Center; atau anda sedang berada dalam kendaraan dan anda membutuhkan akses internet, mungkin dalam benak anda terlintas pertanyaan seperti ini: “Bagaimanakah caranya saya bisa mengakses Internet?”

Jika ada mempunyai HP/cellular phone dengan fitur GPRS, jawabannya adalah dengan menggunakan teknologi “mobile-internet”.

Seiring kehadiran “cellular phone” dengan fitur HDSPA (High Speed Downlink Packet Access)/3G/W-CDMA/GPRS yang harganya semakin murah, mengakses internet berkecepatan tinggi melalui telepon seluler menjadi sangat mudah. Baik cell-phone jenis GSM atau CDMA sama-sama bisa digunakan untuk mobile-internet.

Persoalan yang lebih sulit adalah memilih “provider” yang handal dan murah.

Kriteria handal secara gampang adalah dengan mencari tahu seberapa besar coverage-area yang dicakup oleh provider dan menentukan apakah lokasi anda tercover oleh layanan tersebut. Selanjutnya adalah menentukan akses paling hemat dengan tarif termurah sesuai kebutuhan anda.

Perbandingan Tarif Mobile Internet

Berikut adalah hasil kompilasi tarif mobile-internet di Indonesia:

Provider Tarif
Halo (Telkomsel) Rp. 8/Kb
Simpati (Telkomsel) Rp. 12/Kb
IM3 (Indosat) Rp. 1/Kb
Rp. 100/menit
Mentari (Indosat) Rp. 1/Kb
Rp. 100/menit
XL Bebas Rp. 10/Kb
Matrix Rp. 10/Kb
3 Rp. 10/Kb
Fren (Prabayar) Rp. 6/Kb
Rp. 160/Menit
Fren (Pascabayar) Rp. 2 Kb
Rp. 160/menit

(*) Tarif belum ditambah PPN 10%.

Telkomsel, XL mempunyai fitur layanan seperti TelkomFlash & Xplore dengan pembagian paket-paket yang bisa dipilih sesuai kebutuhan kita.

Umumnya paket ini lebih murah dari tarif standar di atas tapi beberapa mensyaratkan kartu komunikasi/SIM Card khusus yang tidak bisa digunakan untuk komunikasi suara/SMS/MMS. Jika dipilih paket layanan tipe ini, perlu dipertimbangkan membeli cell-phone khusus untuk mobile internet agar anda tidak repot pasang-copot SIM card.

Menggunakan Mobile Internet Secara Bijak

Mengakses email, surfing, chat di internet secara bijak adalah dengan cara langsung dari HP/Cellular Phone. Kenapa demikian? Karena program chat, email dan web browser pada cellular phone telah diadaptasi untuk mobile-internet (Adapted web-page). Tampilan isi halaman webpagenya kompak. Begitu juga jika anda sedang chat, bentuknya lebih ringkas, informasi yang diakses lebih sedikit. Artinya biaya akses internet yang harus dibayarkan lebih ekonomis/murah.

Tidak disarankan menggunakan notebook untuk akses mobile-internet secara rutin, karena tagihan akses internet anda biasanya akan membumbung tinggi.

Hal ini berlaku untuk akses volume based ataupun time based.

Trik Hemat

  • Gunakan selalu cell-phone untuk akses internet, chatting atau akses email.
  • Jika anda sekali-kali berencana menggunakan notebook untuk surfing di internet, beberapa kebiasaan yang berguna antara lain:
    • Setinglah browser anda supaya tidak secara otomatis menampilkan gambar-gambar di browser. Untuk menampilkan gambar-gambar, lakukan secara manual sesuai kebutuhan kita.
    • Nyalakan akses cookies. Dengan adanya cookie, browser bekerja berdasarkan preferensi/kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan sebelumnya. Dengan adanya cookie, surfing di internet menjadi lebih cepat dan efesien
    • Perbesar cache memory. Jadi data-data dari situs internet yang kita biasa kunjungi telah ada di harddisk komputer kita.
    • Matikan fasilitas auto-update (live update) dari program-program yang ada dikomputer, atau buat agar auto-updater memberikan pesan jika hendak melakukan up-date program. Dengan cara ini, komunikasi online dengan internet benar-benar hanya untuk kebutuhan kita pada saat itu.
    • Melakukan pencarian di internet? Gunakan halaman Google (bukan Yahoo) karena situs Google tampilan halaman pencariannya sederhana dan tidak memakan banyak ‘bandwidth”. Mau lebih cepat dan praktis? Lakukan lewat Yahoo!Toolbar atau Google Toolbar. Jika belum ada, instal terlebih dahulu toolbar ini.
    • Install internet browser yang cepat seperti Mozilla Firefox. Firefox mensupport add-in (program tambahan) yang mampu membuat “HTTP Pipelining” yang mampu mempercepat akses internet sebesar 40%.
    • Bukalah link dengan cara “Open Link in a new Tab” atau “Open Link in a new Window”. Cara ini lebih praktis dan cepat daripada membuka link pada “existing window/tab” dan untuk kembali ke halaman sebelumnya harus lewat menu “Go Back one page”.

Akses internet yang “murah” masih belum banyak tersedia secara luas di Indonesia.

Akses internet bagi pelanggan personal umumnya masih berupa teknologi dial-up menggunakan saluran telepon biasa. Kecepatan akses modem dial-up yang lambat adalah kendala utama untuk download/upload file berukuran besar. Karena biaya akses dihitung berdasar lamanya waktu koneksi (time base), koneksi dial-up untuk pemakaian kontinu dan pengiriman file-file berukuran besar jika ditotal biayanya akan menjadi sangat mahal.

Teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) seperti yang ditawarkan oleh Telkom (Telkom Speedy) untuk akses internet berkecepatan tinggi merupakan pilihan yang sangat menarik. Akses berkecepatan tinggi dan biaya lebih “murah” dari akses dial-up tentunya akan sangat membantu bisnis kita di rumah.

ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line)

ADSL adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz (modem konvensional bekerja pada frekuensi 4 kHz).

Keunggulan ADSL adalah kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan melalui satu saluran telepon biasa menggunakan modem ADSL dan alat splitter (untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem). Kecepatan downstream dan upstream yang ditawarkan oleh Speedy masing-masing adalah 384 Kbps dan 64 Kbps.

Tidak semua jaringan telepon bisa digunakan untuk akses Speedy. Hanya tersedia di lokasi-lokasi yang ter-cover BRAS-nya (Broadband Remote Access Server) Telkom.

Penetrasi layanan Telkom Speedy ini termasuk cukup luas sehingga banyak dipilih kalangan SOHO (Small Office/Home Office). Namun sayangnya, bagi pemakai personal/rumahan paket layanan yang tersedia masih dirasakan cukup mahal jika kebutuhannya akses internet dari jenis tak terbatas (unlimited access).

Berikut adalah daftar harga yang saya peroleh dari telkomspeedy:

Paket Speedy Personal Speedy Time Based Speedy Office
PSB Rp. 75.000 Rp. 75.000 Rp. 75.000
Abonemen Rp. 200.000 Rp. 200.0000 Rp. 750.000
Quota 1000 MB/bln Rp. 50 Jam/bln Unlimited
Over Quota Rp. 500/MB Rp. 25/menit

Wireles Broadband

Selain dial-up dan ADSL, untuk daerah tertentu telah tersedia koneksi internet menggunakan teknologi Wireless Broadband yang sekarang mulai populer. Teknologi ini dikenal dengan sebutan Fixed Wireless Broadband atau kadang-kadang disebut sebagai Wireless ADSL karena kecepatan aksesnya “hampir sama” dengan teknologi ADSL.

Untuk berlangganan layanan wireless broadband, lokasi pelanggan harus berada di dalam coverage-area dari pemancar. Umumnya teknologi yang dipakai adalah jenis pemancar yang mensyaratkan adanya garis pandang bebas/LoS (Line of Sight) ke pemancar terdekat. Di sisi pelanggan cukup dipasang peralatan berupa antena radio (microwave antenna) yang disambungkan dengan Wireless Modem Router dan komputer.

Teknologi wireless broadband ini terdiri dari 2 macam:

1. Frekwensi 3.3 GHz dan 5.8 GHz (Dedicated)

Memanfaatkan frekwensi resmi berbayar kepada pemerintah Indonesia melalui frekwensi 3.3 GHz dan 5.8 GHz. Frekwensi resmi ini ibarat jalan tol, koneksinya lebih terjamin karena memanfaatkan frekwensi yang tidak digunakan banyak pihak.

2. Frekwensi 2.4 Ghz (Shared)

Memanfatkan frekwensi bebas 2.4 GHz, tidak berbayar, yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat. Frekwensi bebas ini ibarat jalan umum, dimana kualitas koneksi akan tergantung kepada banyak atau tidaknya pengguna frekwensi 2.4 Ghz di suatu wilayah.

Berikut adalah gambaran standar, tarif dan jenis layanan frekuensi 2.4 GHz yang disediakan oleh salah satu provider internet (ISP) yaitu Broadlink:

Kecepatan Akses Biaya/Bulan
Speed 512 Kbps. Rp. 300.000,-
Speed 1 Mbps Rp. 750.000,-

ADSL atau Wireless Broadband?

Kedua teknologi ini kebetulan tersedia di tempat saya tinggal di daerah Bukit Sentul – Bogor. Untuk ADSL, providernya adalah TelkomSpeedy, sedangkan untuk Wireless Broadband providernya adalah BNet.

Bulan yang lalu saya mendapat tawaran akses internet “Unlimited Fixed Wireless Broadband” dari B-NET pada Frekuensi 2.4 GHz, dengan kecepatan 1 Mbps dan biaya bulanan yang sangat murah hanya Rp. 175.000,-/bulan + biaya instalasi Rp. 100.000,-

Proses instalasinya sangat praktis dan cepat, instalasi antena dan modem router hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

Setelah satu bulan menggunakan layanan ini, saya cukup puas dengan kualitas koneksi dan murahnya biaya langganan. Sebelumnya, dengan TelkomNet Instan, biaya koneksi internet tiap bulannya mencapai setengah juta rupiah plus ratusan ribu rupiah untuk mobile internet menggunakan Kartu Halo dari Telkomsel.

Berikut adalah hasil test kecepatan menggunakan program SpeedTest dari CBN:Sepert terlihat, kecepatan downstream adalah 1Mbps sedangkan upstream sekitar 600 Kbps. Hasil speedtest dari SpeedTest.Net: Download: 1,2 Mbps,Upload: 446 Kbps. Kecepatan yang cukup mengesankan untuk kebutuhan video-chat, video streaming atau multimedia di internet.

SpeedTest

SpeedTest

Sorry… Under Construction!!

Still Under Construction!!

Waktunya anda membeli komputer baru. Pilihan yang ada di benak anda berangkali: membeli komputer Desktop-PC atau Notebook?

Dari segi harga, saat ini harga keduanya relatif sama dan bersaing. Anda bisa membeli komputer notebook mulai dari harga Rp. 4,5 juta sampai Rp. 6 juta dengan kualitas baik dan kemampuan yang cukup untuk menjalankan pekerjaan/bisnis anda di rumah.

Pilihan terbaik menurut saya adalah membeli notebook. Selain harganya sekarang relatif murah, berikut adalah keuntungan jika anda membeli notebook untuk membantu pekerjaan anda di rumah:

Kecepatan: – Mumpuni

Berdasarkan pengalaman saya, dengan spesifikasi yang relatif setara, ternyata notebook dengan kecepatan prosesor 1.7 GHz mampu mengalahkan komputer PC dengan kecepatan prosesor sedikit di atasnya (2.1 GHz).

Barangkali tidak banyak yang percaya. Tapi memang logikanya seperti itu. Ukuran notebook yang kompak ternyata unggul dalam kecepatan pemrosesan karena nilai latency kecil. Bandingkan dengan komputer PC yang kabel-kabelnya menjulur panjang antara kibor, monitor dan CPU.

Fleksibilitas, Kemudahan & Kenyamanan: – Terbaik

Karena ukurannya kecil (portabel), notebook bisa dibawa kemana saja. Untuk presentasi, bekerja di teras rumah atau di meja makan sambil menemani anak-anak bermain tentu lebih lebih mudah dilakukan jika menggunakan notebook.

Bekerja selama dalam perjalanan, menginap di hotel atau jalan-jalan ke mall sambil membawa notebook adalah pengalaman yang menyenangkan. Sekarang ini banyak tempat telah dipasang fasilitas Hot-spot/Access Point sehingga kita bisa bisa mengakses internet (gratis/berbayar) melalui fitur wi-fi yang ada pada notebook. Artinya, setiap saat kita bisa terhubung ke internet dan mengakses email dlsbnya.

Fitur standar yang disediakan pada notebook seperti webcam, internal speaker & mic adalah aksesoris yang sangat berguna. Sambil bekerja anda bisa mendengarkan multimedia, lagu atau bahkan video-chat dengan rekan kerja/klien.

Bekerja menggunakan notebook di rumah adalah langkah bijak karena suara bising dari notebook jauh lebih kecil daripada komputer PC. Anda bisa bekerja dalam kesunyian malam tanpa harus merasa bersalah mengganggu penghuni rumah lainnya, karena bising suara yang dikeluarkan oleh kipas pendingin notebook sangatlah kecil.

Kebutuhan Listrik: – Daya Kecil, Hemat listrik, tidak perlu UPS

Daya yang dibutuhkan untuk menjalankan notebook umumnya antara 45-75 Watt. Bandingkan dengan PC yang rata-rata memerlukan daya antara 350-450 watt. Untuk jumlah PC yang cukup banyak, kondisi start awal bisa menyebabkan meteran listrik di rumah anda anjlok.

Bekerja dengan notebook di rumah artinya komputer anda bebas dari masalah listrik mati karena dibackup oleh batere. Bekerja menggunakan notebook artinya tidak perlu lagi membeli UPS yang harganya hampir mencapai US$ 60.

Bekerja di rumah artinya anda menjadi bos bagi diri anda sendiri. Anda mempunyai kebebasan untuk menjalankan bisnis dengan cara anda sendiri. Semua pahit manis, jerih payah dan hasilnya adalah konsekuensi langsung atas keputusan-keputusan yang kita jalankan. Kepuasan adalah hasil jerih payah langsung. Kita menanam, kita sendiri yang akan merasakan buahnya. Tidak ada bos/atasan yang memberi perintah/mengawasi kita, tidak juga ada kambing hitam.

Bekerja di rumah = Kebebasan

Bekerja di rumah berarti Kerja Keras

Sedikit berbicara mengenai istilah Bekerja di Rumah.

Jika anda mencari infromasi di internet yang berkaitan dengan “Bekerja di Rumah”, ada dua 2 jenis kategori yang sangat berbeda yang anda harus pahami, yaitu:

1. Home Business, artinya anda bekerja di rumah dan menjadi bos. Anda memilih pekerjaan-pekerjaan yang akan anda kerjakan, melakukan perencanaan, eksekusi dan mendapat hasilnya langsung. Anda menjadi bos dan menerima semua konsekuensinya. Jika anda adalah seorang arsitek dan bekerja di rumah menerima pekerjaan desain, anda bisa dikategorikan menjalankan Home Business. Karena ada anak buah yang bekerja untuk anda, tanpa ‘kehadiran anda langsung tiap hari’ bisnis masih bisa berjalan anda masih bisa mendapatkan uang. Karena anda menjadi bos.

2. Working at home, artinya anda bekerja di rumah, mengerjakan pekerjaan yang spesifik atas perintah orang lain dan kemudian anda dibayar. Jadi intinya anda bekerja untuk orang lain tetapi mengerjakan semuanya di rumah. Model seperti ini bisa diberikan contoh yaitu orang yang bekerja melakukan data-entry, pekerjaan selesai kemudian dibayar.

Blog ini meskipun judulnya adalah “Bekerja di Rumah”, tapi secara mendasar lebih cenderung membahas tentang “Home Business” atau kategori pertama. Blog ini tidak ditujukan untuk memberikan referensi pekerjaan-pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah menurut kategori ke 2. Akan tetapi lebih ke arah bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan dengan baik menurut kategori pertama tadi.

Salam…

Bekerja di kota besar seperti Jakarta dan stres berkepanjangan, pernahkan anda membayangkan berhenti bekerja dan memulai bekerja dari rumah? Saya yakin akan banyak yang menjawab “YA”.

Hampir satu tahun yang lalu, saya mengalami hal demikian. Rutinitas pergi-pagi pulang-malam, jalanan macet dimana-mana, biaya transport yang semakin mahal membuat saya mantap utuk meninggalkan pekerjaan kantoran dan bekerja dari rumah.

Perjalanan ke arah sana tidak mudah karena istri bekerja juga di jakarta dan tiap hari kami biasa pergi ke kantor bersama-sama. Ada perasaan tidak adil membiarkan istri bekerja di Jakarta sedangkan saya bekerja di rumah. Tapi melihat prospek pekerjaan yang cerah di depan mata dan istri mendukung 100%, akhirnya saya tinggalkan pekerjaan “bekerja untuk orang lain” yang telah saya jalani selama kurang lebih 13 tahun.

Beruntung karena disaat masih bekerja di kantor, saya telah mempunyai beberapa klien bisnis yang mempercayakan pekerjaannya untuk saya kerjakan. Tentu mereka sangat mendukung pilihan saya karena artinya saya akan lebih fokus dengan pekerjaan yang mereka berikan dan akan lebih banyak pekerjaan lagi yang bisa saya kerjakan untuk mereka.

Kejadian itu terjadi Agustus 2007. Perlu waktu 3 bulan sampai akhirnya saya memutuskan untuk keluar kerja. Waktu yang cukup guna mempertimbangkan semuanya masak-masak.

Keputusan untuk bekerja di rumah itu sendiri terjadi di saat saya kewalahan membagi waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan sambilan yang sedang saya tangani. Waktu yang tersedia untuk pekerjaan ‘sambilan’ habis oleh aktivitas kantor. Padahal nota bene, keuntungan finansial dan kepuasan bekerja yang saya terima jauh lebih segalanya dari pekerjaan kantor yang biasa saya tangani. Saya pikir, kesempatan hanya datang sekali, sekarang atau tidak sama sekali. Akhirnya saya memutuskan keluar kerja dan memulai bekerja di rumah.

Sampai saat ini, masih perlu banyak penyesuaian dan proses belajar dengan perubahan ini. Bekerja di rumah jelas sangat berbeda dengan bekerja di kantor. Alhamdulillah, semua jerih payah ini sedikit demi sedikit terobati dan terasakan buah manisnya.

Saya dedikasikan blog ini bagi siapa saja yang tertarik untuk bekerja di rumah, sebagai tempat berbagi cerita, tips dan trik, semuanya yang berkaitan dengan bekerja/mencari uang dari rumah. Silahkan anda klik tombol RSS Feed di halaman blog ini, jadi anda bisa segera mengetahui jika ada artikel-artikel baru di blog ini.

Salam…

Next Artikel: Home Business vs Working at home