Bekerja di kota besar seperti Jakarta dan stres berkepanjangan, pernahkan anda membayangkan berhenti bekerja dan memulai bekerja dari rumah? Saya yakin akan banyak yang menjawab “YA”.
Hampir satu tahun yang lalu, saya mengalami hal demikian. Rutinitas pergi-pagi pulang-malam, jalanan macet dimana-mana, biaya transport yang semakin mahal membuat saya mantap utuk meninggalkan pekerjaan kantoran dan bekerja dari rumah.
Perjalanan ke arah sana tidak mudah karena istri bekerja juga di jakarta dan tiap hari kami biasa pergi ke kantor bersama-sama. Ada perasaan tidak adil membiarkan istri bekerja di Jakarta sedangkan saya bekerja di rumah. Tapi melihat prospek pekerjaan yang cerah di depan mata dan istri mendukung 100%, akhirnya saya tinggalkan pekerjaan “bekerja untuk orang lain” yang telah saya jalani selama kurang lebih 13 tahun.
Beruntung karena disaat masih bekerja di kantor, saya telah mempunyai beberapa klien bisnis yang mempercayakan pekerjaannya untuk saya kerjakan. Tentu mereka sangat mendukung pilihan saya karena artinya saya akan lebih fokus dengan pekerjaan yang mereka berikan dan akan lebih banyak pekerjaan lagi yang bisa saya kerjakan untuk mereka.
Kejadian itu terjadi Agustus 2007. Perlu waktu 3 bulan sampai akhirnya saya memutuskan untuk keluar kerja. Waktu yang cukup guna mempertimbangkan semuanya masak-masak.
Keputusan untuk bekerja di rumah itu sendiri terjadi di saat saya kewalahan membagi waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan sambilan yang sedang saya tangani. Waktu yang tersedia untuk pekerjaan ’sambilan’ habis oleh aktivitas kantor. Padahal nota bene, keuntungan finansial dan kepuasan bekerja yang saya terima jauh lebih segalanya dari pekerjaan kantor yang biasa saya tangani. Saya pikir, kesempatan hanya datang sekali, sekarang atau tidak sama sekali. Akhirnya saya memutuskan keluar kerja dan memulai bekerja di rumah.
Sampai saat ini, masih perlu banyak penyesuaian dan proses belajar dengan perubahan ini. Bekerja di rumah jelas sangat berbeda dengan bekerja di kantor. Alhamdulillah, semua jerih payah ini sedikit demi sedikit terobati dan terasakan buah manisnya.
Saya dedikasikan blog ini bagi siapa saja yang tertarik untuk bekerja di rumah, sebagai tempat berbagi cerita, tips dan trik, semuanya yang berkaitan dengan bekerja/mencari uang dari rumah. Silahkan anda klik tombol RSS Feed di halaman blog ini, jadi anda bisa segera mengetahui jika ada artikel-artikel baru di blog ini.
Salam…
Next Artikel: Home Business vs Working at home